Telpon: 0370-7506359 Email: puskesmasdasanagung7@gmail.com

DETEKSI STUNTING PADA ANAK, KADER POSYANDU DILATIH MENGUKUR PERTUMBUHAN BALITA

Stunting kini menjadi permasalahan kesehatan serius pada anak Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di 1000 hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini memilikii efek jangka panjang pada kehidupan anak. Tidak hanya berimbas pada kehidupan saat masa anak-anak, namun kondis istunting juga berefek pada kehidupan hingga dewasa.

Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik seperti tinggi badan, namun juga mempengaruhi kecerdasan anak. Anak stunting akan lebih sulit menerima pelajaran di sekolah. Hal ini tentu berdampak pada masa depan anak. Anak akan lebih sulit bersaing di bidang pendidikan dan pekerjaan.

Jika kondisi stunting bisa dideteksi saat anak berusia di bawah 2 tahun, maka kondisi ini dapat diperbaiki. Namun, jika anak ditemukan dalam kondisi stunting saat usianya sudah di atas 2 tahun, maka menjadi lebih sulit untuk diperbaiki.Oleh karena itu, penemuan kasus stunting di Posyandu sangat penting untuk dilakukan.

Menemukan kasus stunting dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran pertumbuhan anak, mulai dari berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Kader sebagai pelaksana kegiatan di Posyandu, perlu memiliki keterampilan ini. Jika kader cepat mengetahui dan menemukan kasus stunting pada anak, maka tentu penanganan stunting lebih cepat dilakukan sehingga dapat menyelamatkan anak dari kondisi stunting.

Puskesmas Dasan Agung melatih kader Posyandu agar terampil mengukur pertumbuhan anak. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 2 sesi. Sesi pertama untuk menjelaskan teori pengukuran pertumbuhan anak. Sedangkan sesi kedua digunakan untuk melakukan praktik pengukuran pertumbuhan anak.

Menurut dr. Fatimah, Kepala Puskesmas Dasan Agung, kader Posyandu adalah garda terdepan penemuan kasus stunting. Jenis-jenis pengukuran yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi pengukuran berat badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas.


Setelah pelatihan kader ini, diharapkan kader mampu mengukur pertumbuhan balita serta menentukan apakah balita tersebut mengalami stunting. (erika)

share: